Destinasi: Gunung


Bukit Bao Daya
Bukit Bao Daya

Bukit Bao Daya merupakan salah satu destinasi trekking populer di kawasan Sembalun, Lombok Timur, yang menawarkan pemandangan savana luas dan panorama Gunung Rinjani yang sangat memukau. Bukit ini sering dijadikan alternatif pendakian bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Sembalun tanpa harus mendaki Rinjani. Jalur pendakian Bukit Bao Daya melewati hamparan padang rumput dan perbukitan terbuka dengan udara sejuk khas dataran tinggi. Medannya relatif menanjak namun masih ramah untuk pendaki pemula yang memiliki kondisi fisik cukup baik. Waktu tempuh menuju puncak biasanya sekitar 2–3 jam, tergantung kecepatan dan kondisi cuaca. Dari puncak Bukit Bao Daya, wisatawan dapat menikmati panorama 360 derajat yang menampilkan lanskap savana Sembalun, perbukitan hijau, serta megahnya Gunung Rinjani yang berdiri di latar belakang. Saat pagi hari, pemandangan matahari terbit dengan kabut tipis di lembah menjadi momen yang sangat indah dan sering diburu oleh fotografer. Bukit Bao Daya juga sering digunakan sebagai lokasi camping bagi pendaki yang ingin menikmati malam di alam terbuka dan menyaksikan bintang-bintang di langit Sembalun. Namun, karena cuaca di pegunungan bisa dingin dan berubah cepat, pendaki disarankan membawa perlengkapan yang memadai. Dengan jalur trekking yang menantang namun bersahabat, pemandangan savana yang luas, dan latar Gunung Rinjani yang spektakuler, Bukit Bao Daya menjadi destinasi favorit bagi pecinta alam dan wisatawan yang ingin merasakan petualangan singkat dengan panorama alam Lombok yang luar biasa.

Lihat Detail →
Bukit Merese
Bukit Merese

Bukit Merese merupakan salah satu destinasi favorit di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, yang terkenal dengan pemandangan perbukitan hijau dan panorama pantai dari ketinggian. Lokasinya berada tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta Mandalika, sehingga sangat mudah dikunjungi oleh wisatawan. Untuk mencapai puncak Bukit Merese, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10–15 menit melalui jalur setapak yang cukup landai. Jalur pendakian yang singkat ini membuat Bukit Merese cocok dikunjungi oleh semua kalangan, termasuk wisatawan keluarga dan pemula. Dari atas bukit, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut lepas dengan gradasi warna biru yang indah, garis pantai Tanjung Aan yang melengkung, serta perbukitan hijau yang membentang di sekitarnya. Saat sore hari, Bukit Merese menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Lombok, dengan langit yang berubah warna menjadi jingga keemasan. Bukit Merese juga sering menjadi lokasi foto prewedding, konten media sosial, dan tempat bersantai menikmati angin laut. Hamparan rumput yang luas di puncak bukit membuat pengunjung nyaman untuk duduk santai sambil menikmati panorama alam. Karena berada di area terbuka, pengunjung disarankan membawa topi, air minum, dan tetap berhati-hati saat berjalan di area tebing, terutama saat angin kencang. Dengan akses mudah, panorama pantai yang memukau, dan sunset yang indah, Bukit Merese menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Mandalika dan ingin menikmati keindahan alam Lombok dari sudut pandang yang berbeda.

Lihat Detail →
Bukit Anak Dara
Bukit Anak Dara

Bukit Anak Dara merupakan salah satu destinasi favorit bagi pecinta alam dan pendaki di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Bukit ini terkenal dengan pemandangan alam yang indah, hamparan savana luas, serta panorama Gunung Rinjani yang terlihat sangat jelas dari puncaknya. Pendakian menuju puncak Bukit Anak Dara tergolong menantang namun sepadan dengan keindahan yang ditawarkan. Jalur pendakian melewati savana terbuka, padang rumput, dan perbukitan dengan udara sejuk khas pegunungan. Waktu tempuh pendakian umumnya sekitar beberapa jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Sesampainya di puncak, wisatawan akan disuguhkan pemandangan 360 derajat berupa perbukitan hijau, lembah Sembalun, serta megahnya Gunung Rinjani yang menjulang di kejauhan. Saat pagi hari, kabut tipis dan cahaya matahari menciptakan suasana yang sangat indah dan cocok untuk fotografi alam. Bukit Anak Dara juga sering dijadikan lokasi camping oleh pendaki yang ingin menikmati matahari terbit dan malam berbintang di alam terbuka. Namun, karena kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat, pendaki disarankan membawa perlengkapan yang memadai dan memperhatikan keselamatan. Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang menyukai aktivitas trekking dan petualangan alam, serta ingin menikmati pemandangan khas pegunungan Lombok tanpa harus mendaki Gunung Rinjani hingga puncak. Dengan jalur savana yang luas, panorama Rinjani yang memukau, dan suasana alam yang masih alami, Bukit Anak Dara menjadi salah satu spot trekking terbaik di kawasan Sembalun bagi pencinta alam dan fotografer lanskap.

Lihat Detail →
Bukit Pergasingan
Bukit Pergasingan

Bukit Pergasingan merupakan salah satu jejeran bukit yang ada di kawasan lingkar Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Memiliki ketinggian 1670 mdpl, Bukit Pergasingan menjadi salah satu tujuan hiking para pendaki jika berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Waktu mendaki yang dibutuhkan untuk mencapai pucaknya kurang lebih tiga sampai empat jam dengan kecuraman rata-rata 60 derajat. Bukit pergasingan lombok Sumber Foto: Bukit Pergasingan Lombok Journey Keunggulan Bukit Pergasingan dibandingkan bukit-bukit lain yang ada di kawasan TNGR adalah panorama yang disuguhkan selama pendakian. Para pendaki disuguhkan pemandangan Desa Sembalun dan berpetak-petak sawah warga sekitar yang berwarna warni, serta jejeran bukit-bukit lainnya yang mengelilingi Gunung Rinjani. Untuk dapat mendaki di Bukit Pergasingan, pendaki biasanya dikenai tiket masuk sebesar Rp25.000 semalam yang bisa diperoleh di pintu masuk Bukit Pergansingan. Pendaki yang membawa kendaraan biasanya menitipkan kendaraan miliknya di halaman rumah warga sekitar dan dikenakan tarip parkir sebesar Rp10.000/motor/malam. Bukit Pergasingan juga bisa dijadikan sebagai destinasi alternatif ketika jalur ke Gunung Rinjani sedang ditutup. Untuk mendaki ke Bukit Pergasingan, pendaki juga bisa menggunakan jasa Porter dengan tarif berkisar Rp200.000 per hari, harga tersebut masih bisa ditawar tergantung kesepakatan. Selama berada di puncak Bukit Pergasingan, Pendaki disuguhi Pemandangan Gunung Rinjani yang berhadapan langsung dengan Bukit Pergasingan. Selain itu, ada banyak pohon cemara yang bisa ditemukan jika berjalan sedikit lebih jauh dari puncak Pergasingan.

Lihat Detail →
Bukit Paljepang
Bukit Paljepang

Pal Jepang adalah nama sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 2.300 mdpl yang baru saja dibuka sebagai destinasi wisata soft trekking di kawasan Desa Wisata Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Buat kamu yang hobi trekking tapi nggak mau ribet, tempat ini wajib banget masuk wishlist! Bukit Pal Jepang menawarkan multi panorama yang cakep di setiap jalur pendakiannya. Trek-nya masih ramah buat pemula, tapi tetap seru buat kamu yang doyan naik gunung dan cari pengalaman baru. Buat kamu yang suka trekking santai, Pokdarwis Langgar Pusaka Desa Sapit resmi membuka jalur pendakian Bukit Pal Jepang sebagai destinasi wisata baru di Lombok Timur. Jalurnya aman, nyaman, dan sepanjang perjalanan kamu bakal disuguhi pemandangan yang bikin capek jadi nggak kerasa. Jalur Pendakian: 4 Fase, 4 Sensasi Untuk sampai ke puncak, kamu bakal melewati 4 fase perjalanan, dan tiap fase punya view yang beda-beda: 🔹 Fase 1 – Perkampungan Perjalanan dimulai dari Langgar Pusaka Desa Sapit, masjid tua yang jadi situs cagar budaya. Dari sini, kamu jalan kaki sekitar 500 meter (±10 menit) melewati perkampungan Dusun Sapit. Suasananya adem, khas desa, cocok buat pemanasan. 🔹 Fase 2 – Lahan Pertanian Lanjut ke jalur rabat yang melewati sawah dan kebun warga. Jaraknya sekitar 1 km, trek mulai agak menanjak dan lumayan bikin ngos-ngosan. Tapi tenang, view sawah teraseringnya juara banget 😍 Fase 1 & 2 ini totalnya bisa ditempuh sekitar 40 menit jalan kaki. Kalau mau lebih hemat tenaga, kamu bisa pakai ojek lokal sampai bibir hutan. Tarifnya cuma Rp10.000, tapi jalur ini cuma aman buat pengendara yang sudah pro. 🔹 Fase 3 – Hutan Adat Masuk fase favorit banyak orang 🌳 Kamu bakal trekking di Hutan Adat Desa Sapit sejauh 1,6 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Udara sejuk, suasana tenang, dan kamu bisa lihat berbagai flora seperti pohon besar, anggrek liar, sampai tumbuhan unik. Kalau beruntung, kamu juga bisa ketemu kera, ayam hutan, rusa, burung-burung liar, dan satwa lainnya. Serasa trekking di alam liar beneran! 🔹 Fase 4 – Savana Keluar dari hutan, kamu langsung disambut savana luas dengan ilalang dan rumput hijau. Di fase ini, kamu bakal melewati beberapa bukit sebelum sampai ke puncak. Bukit pertama adalah Pelawangan Pal Jepang (1.851 mdpl)—tempat yang nyaman buat camping. Dari sini, view-nya lengkap: Barat: Gunung Rinjani berbentuk “jantung” Timur: Lautan & perkampungan Sapit – Pringgabaya Selatan: hutan yang baru kamu lewati Sunset di sini? Juara 👌 Setelah itu, trek makin menantang. Kamu bakal melewati Bukit Jaran Kurus (2.100 mdpl) yang bentuknya lancip kayak punggung kuda. Dari sini ke puncak Pal Jepang jaraknya cuma ±400 meter, tapi trek-nya terjal banget—mirip jalur ke Pelawangan Rinjani. 🏔️ Puncak Bukit Pal Jepang (2.300 mdpl) Capek? Langsung hilang begitu sampai puncak! Area puncaknya luas dan landai, muat ratusan tenda. Panorama dari atas bener-bener bikin speechless: Sunrise muncul dari balik lautan di timur Gunung Tambora terlihat jelas Gunung Rinjani gagah di barat Sunset yang super epik Pokoknya, pemandangannya susah dijelasin pakai kata-kata. Harus lihat sendiri 🔥 Total jarak pendakian sekitar 3,8 km: Pendaki berpengalaman: ±3 jam 10 menit Pemula: ±4 jam 30 menit 📜 Sejarah Singkat Pal Jepang Nama Pal Jepang berasal dari masa penjajahan Jepang (sekitar tahun 1942–1945). Bukit ini dulunya dipakai sebagai pos pengintaian militer Jepang. Sampai sekarang, masih ada sisa pondasi beton dan puing-puing bangunan di puncak bukit. Di wilayah Desa Sapit sendiri terdapat beberapa titik pos pengintaian Jepang, dan Pal Jepang adalah salah satu yang paling tinggi dan strategis. 🎫 Info Tiket & Fasilitas Tiket pendakian: Rp15.000/orang Parkir motor: Rp10.000/malam Parkir mobil: Rp50.000/malam Karena jalur ini masih tergolong baru, disarankan pakai guide lokal biar perjalanan lebih aman dan seru.

Lihat Detail →
Bukit Sempana
Bukit Sempana

Bukit Sempana adalah salah satu destinasi pendakian populer di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Dengan ketinggian sekitar 2.329 mdpl, bukit ini menawarkan panorama alam yang menakjubkan berupa hamparan bukit hijau luas yang sering disebut mirip “Bukit Teletubbies”. Suasana sejuk dan udara segar membuat perjalanan menuju puncak terasa menyenangkan, sekaligus menantang bagi para pecinta alam. Selain keindahan vegetasi yang membentang, Bukit Sempana juga menghadirkan pemandangan spektakuler Gunung Rinjani dari kejauhan. Dari puncak, pendaki dapat menyaksikan lanskap Sembalun yang indah, dengan perpaduan lembah, perbukitan, dan langit biru yang seolah tak berujung. Momen sunrise maupun sunset di sini menjadi daya tarik utama, menghadirkan nuansa magis yang sulit dilupakan. Jalur pendakian Bukit Sempana cukup menantang namun masih ramah bagi pendaki pemula dengan persiapan yang matang. Rute perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 4–6 jam, melewati jalur unik berbentuk huruf Z dan area yang disebut “Tembok Cina”. Sepanjang perjalanan, pendaki akan menemukan beberapa pos istirahat dan area camp yang bisa digunakan untuk bermalam atau sekadar melepas lelah. Meski fasilitas wisata belum terlalu lengkap, Bukit Sempana tetap menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman mendaki dengan suasana damai dan alami. Kehadiran masyarakat lokal yang ramah serta tiket masuk yang terjangkau menambah daya tarik destinasi ini. Bukit Sempana kini dikenal sebagai salah satu “hidden gem” Lombok Timur yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan keindahan alam Lombok dari ketinggian.

Lihat Detail →
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan ikon wisata alam sekaligus kebanggaan Pulau Lombok. Dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, Rinjani menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia dan menawarkan keindahan alam yang luar biasa megah. Setiap langkah pendakian menghadirkan panorama menakjubkan yang memadukan hutan tropis, padang savana, tebing curam, dan pemandangan awan yang memukau. Daya tarik utama Gunung Rinjani terletak pada Danau Segara Anak, danau kawah berwarna biru kehijauan yang terletak di jantung gunung. Danau ini menjadi tempat favorit pendaki untuk beristirahat, menikmati ketenangan alam, serta menyaksikan keindahan matahari terbit dan terbenam yang menawan. Di sekitar danau, terdapat sumber air panas alami yang dipercaya memiliki khasiat untuk relaksasi tubuh. Gunung Rinjani tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman spiritual dan petualangan yang mendalam. Bagi masyarakat Sasak, Rinjani memiliki nilai budaya dan sakral, menjadikannya bukan sekadar destinasi pendakian, melainkan tempat yang dihormati dan dijaga kelestariannya. Pendakian Gunung Rinjani menjadi tantangan sekaligus kepuasan tersendiri bagi para pecinta alam. Jalur pendakian yang beragam, seperti Sembalun dan Senaru, menyuguhkan karakter medan yang berbeda—mulai dari padang savana luas hingga hutan lebat yang menenangkan. Di puncaknya, pendaki akan disuguhi panorama 360 derajat yang memperlihatkan Pulau Lombok, Bali, hingga Sumbawa dari ketinggian. Gunung Rinjani adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam, petualangan, dan nilai budaya. Sebuah destinasi impian bagi siapa pun yang ingin merasakan kemegahan alam Indonesia dalam wujud yang paling autentik.

Lihat Detail →